
Bojonegoro – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bojonegoro telah menuntaskan kegiatan Latihan Kader Utama (LAKUT) yang dilaksanakan pada 25–28 Desember 2025 bertempat di Ademos Dolokgede. Kegiatan ini menjadi puncak kaderisasi lanjutan sekaligus awal penguatan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca pengkaderan.
LAKUT diikuti oleh kader terpilih dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Bojonegoro serta beberapa cabang di Provinsi Jawa Timur. Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh dinamika kaderisasi.
Ketua PC IPNU Bojonegoro, Nashir, menyampaikan bahwa selama LAKUT peserta mendapatkan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah, ke-IPNU-IPPNU-an, manajemen organisasi, hingga pendalaman isu sosial dan keummatan. Proses kaderisasi dikemas secara komprehensif melalui diskusi kritis, simulasi kepemimpinan, muhasabah malam, serta praktik lapangan.
“Atmosfer kaderisasi terasa hidup karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga ditempa secara mentalitas dan kepemimpinan,” ujarnya.
Mengusung tema Golden Leadership Capacity, LAKUT kali ini dimaknai sebagai ikhtiar PC IPNU-IPPNU Bojonegoro untuk mencetak kader emas—kader yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan ideologis. Tema tersebut diarahkan untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan visioner, berakhlak Aswaja, serta mampu membaca persoalan zaman dan memimpin organisasi dengan nilai, bukan ambisi.

Salah satu capaian utama dari LAKUT ini adalah terbentuknya militansi kader yang tinggi. Peserta tidak lagi memandang IPNU-IPPNU sebagai organisasi seremonial, melainkan sebagai ruang juang ideologis. Hal ini tercermin dari komitmen kader untuk siap ditempatkan dan mengabdi di PAC maupun ranting, termasuk di wilayah yang sebelumnya kurang aktif.
Sebagai tindak lanjut pasca LAKUT, PC IPNU-IPPNU Bojonegoro telah merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL), di antaranya pendalaman materi dengan mengaitakannya pada kasus aktual di tingkat daerah maupun nasional, pelaksanaan mini riset di masing-masing wilayah kader, serta penyusunan rancangan strategis IPNU-IPPNU untuk jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan.
Melalui RTL tersebut, diharapkan kader LAKUT tidak berhenti sebagai alumni kegiatan semata, tetapi mampu menjelma menjadi kader ideologis, organisatoris, dan orkestrator yang aktif di setiap lini kepengurusan IPNU-IPPNU.